Cari Blog Ini

Senin, 04 Maret 2013

Moova Shaka, UAS!!!


Tadinya salam pembuka post ini adalah sebuah ‘hai’ dan pentingnya kenapa aku cerita ini adalah, saat selesai aku mengetik ‘hai’ di keyboardku yang mulai lapuk ini, tiba-tiba laptopku mati….. tapi tidak perasaan ini #bah

Yaudah. Itu hal gak penting yang dipenting-pentingkan. Itu juga salah-satu sebab kenapa Indonesia susah sekali maju. Hmch. Ini jadi sok menggurui.


FYI juga, Dini dari tanggal 26 Februari sampe tanggal 2 Maret itu lagi sakit panas-dingin, pusing, mual, dan batuk...... duh ngebayanginnya lagi aku tak sanggup... aku tak bisaaaa.. aku tak mampu dan aku tertatiiiihhhhh~~~ Hari Jum'at itu Dini izin sekolah karena udah gak kuat. Sebenernya dari hari Selasa, tapi karena hah entahlah Alip memberikan semangat yang sebenarnya dia gak ngasih. Ya gitu, liat dia aja, aku udah seneng. Cewek nda benar. 
Sakit itu katanya temen-temen karena aku kecapekan. Kenapa? Karena aku pergi Gowes sama temen-temen yang lain buat nonton Alip main bola padahal hari Jum'at dan Minggu kemarennya aku baru Gowes, dan gowesnya gak deket. Liar emang.

Jadi, hari ini adalah hari pertama UAS kelas 9 se-kota Bontang. Pelajarannya adalah Agama dan Seni Budaya. Untuk  pelajaran agama, aku belajarnya buku paket kelas 7,8, dan 9 ditambah kertas yang dikasih sama Pak Abdul. Yah, ini akibat dulu-dulu waktu guru ngejelasin, akunya ‘kemana-mana’. Dan pelajaran agama tentang hukum bacaan itu nggak gampang, fren. Itu,ya yang aku hapal Cuma tentang Alif Lam sama Idgam Mimi doang. Ini juga akibat tidak menganu guru. Menganu adalah intel. Hah.
Jadi, pelajaran hidup yang Dini dapat hari ini adalah kalo guru lagi ngejelasin itu fokus, biar nanti kalo mau ulangan gak usah mengulang lagi ;_;

Untuk pelajaran Seni Budaya, itu yang yang aku pelajari ada 75 soal kalo gak salah, dan yang keluar Cuma 50. Soal itu guru Seni Budaya di sekolah, jadi semua jadi lebih mudah. Alhamdulillah nilainya udah keluar. Dan Alhamdulillah lagi, aku dapat nilai 94. Hmch. Walaupun itu ada bantuan jawaban dai teman-teman._.v Oiya, nilainya Alip juga 94. Mungkin kamu belum tau, lip. Dan kamu juga gak tau kalo aku udah tau dan aku gak berani ngasihtau kamu. mungkin bodoh. Terserah. aku Cuma mau menahan diri. Nanti paling kamu juga tau sendiri, besok nilainya ditempel, kok.


Dan tentang UASnya sudah. Semoga angkatan kelas 9 tahun ini dapat nilai sempurna, bisa banggain orangtua, dan orang-orang yang kita sayang. Aaamiiinn.

Dipost ini, Dini minta maaf karena udah jaang ngeblog lagi. Udah kelas 9 dan semua kegiatan yang biasa dilakukan harus diminimalisasikan. Haft. Ya emang gitu. Kalo ada waktu, Dini pasti usahain ngeblog, kok. Dini juga kangen nulis-nulis disini walaupun gak ada yang baca. Si Anu juga paling gak baca. Aku gakpapa. Yah, intinya, Dini mau fokus UAS, Try Out, dan UAN dulu. Satu bulan itu Cuma beberapa hari, kok. Jadi, Dini mau menggenjot semua kemampuan yang Dini punya. Dini harus bisa lulus UAN dengan nilai sempurna, yaa setidaknya Sembilan  koma lah ya. Dan UAS nilainya pada bagus. Semoga semua teman-temannya dini juga lulus UAN dengan nilai sempurna, UASnya juga bagus nilainya. Aaamiin





Senin, 11 Februari 2013

Tiga Bait, Senja..


Kamu tu coba bilang apa gitu kek,ya, biar aku nyadar dikit. Hah. Seharusnya sadar banyak-banyak. Kamu emang jauh yang sebenarnya dekat.


Aku masih memperhatikan kamu
Mungkin selalu
Karena segala tentangmu membuatku candu
Ingin ku lepas rindu
Walau aku tak ada bagimu
Walau kau hanya senja yang semu

Seperti katamu
Tak ada harapan palsu
Tetapi, yang kulihat hanya harapan yang berlalu

Asal kau tahu
Aku tak bisa menghentikan dunia baruku; mencandu
Doaku, harapanku, yang selalu kurapal untukmu
Hah. Akupun terlalu bodoh untuk tidak berhenti bercerita pada Tuhanku.. tentangmu
Walau ku tahu, doa kita tak pernah bertemu pun juga beradu


Untukmu Senja, yang terus menggerakkan penaku. 
Semangat kelas 9, semangat Try Out, semangat Ujian Nasional. 
Semangatlah kamu, karena kamu adalah semangatku

Rabu, 06 Februari 2013

Yang (masih) Tentangmu


Aku baru sadar. Seharusnya tidak sedalam ini.
Cewek yang berdiri tak sendiri itu mendapati dirinya basah dan kedinginan. Bis kota yang tak biasanya datang terlambat membuatnya menunggu di halte yang tak jauh dari sekolahnya.

Ya. Itu aku.

Aku tidak takut hujan. Aku hanya takut, hujan akan membawa kenangan itu kembali lagi ke permukaan. Senyum itu, ya aku ingat sekali.

Tangan itu.. aku tau, aku tak pantas menggenggamnya. Tapi, hah. Sudahlah. Mungkin Tuhan ingin membuat suatu kejadian yang jika kuingat aku akan tak hentinya tersenyum. Ya, Tuhan ingin melikatku tersenyum…. Karenamu.

Alunan rintikan hujan kali ini, menemani sepi yang tak kunjung menepi... pun juga rindu ini. Ah. Tidak hanya kali ini. Hujan selalu menyertai kepergianmu yang haus akan rindu ini.

Seperti katamu... Apa peduliku? Hujan membawa kenangan yang masih tentangmu.