Cari Blog Ini

Rabu, 26 Maret 2014

Walk After You

Hai Senja yang sudah lama kunanti.
Senja yang terbiasa pergi dan tak berpikir untuk kembali.
Aku ingin melihat senyuman itu lagi, senyuman yang membuatku berpikir bahwa esok masih ada.
Senyuman yang membuatku berpikir bahwa kau akan menggenggamku lebih erat.
Senyuman yang membuatku berpikir bahwa hanya ada aku dan kamu, bukan kita.
Karena dengan alasan, dengan candaan, dengan apapun itu, kita tak pernah ada.
Biarkan ruang usang ini menjadi saksi dengan segala cerita yang terselip di dalamnya.
Yang akan menjadi saksi buta, bahwa hanya ada aku yang berjuang, sendirian.
Biarkan aku dipeluk oleh mimpi-mimpi yang membuatku bertahan, memaksa masa lalu untuk tetap berjalan beriringan.
Biarkan awan bergumul di kakiku, mengantarku kepada tetesan cerita yang pernah menetes melalui pori-pori kulitku.
Biarkanlah aku merasakan hangatnya warnamu, sekali lagi.

Dan kuharap, warnamu mampu menghangatkan jiwa yang terluka.


Tolong sampaikan padanya, aku mampu berjuang sendirian, aku mampu menunggunya hingga bosan meruntuhkan mimpi yang telah kurajut, sendirian. Maafkan aku yang selalu menyelipkan namamu dalam doaku.



Sabtu, 16 November 2013

Nyanyian Pagi

Selamat pagi, senja. Apakah kau sudah bersiap untuk senja hari ini? Warna hangat seperti apa yang akan kau persembahkan? Itulah mengapa aku selalu mengagumimu, senja. Warnamu selalu meluruhkan raguku, membuatku tak lupa bersyukur. Katakan saja padaku jika kau mulai lelah. Kau boleh beristirahat selama yang kau mau, di pundakku. Katakan saja padaku jika kau mulai tak sanggup berjalan. Kau boleh memintaku menuntunmu, menggenggam tanganmu lebih erat
Aku harap, aku bisa lagi menemukanmu.

Senin, 21 Oktober 2013

Ribuan Hari

Beberapa pasang mata seakan menggantungkan puluhan pertanyaan untukku. Atau bahkan ratusan. Jangan tanyakan aku. Jangan pernah. Biar saja aku yang merasakannya sendiri. Kalian tak perlu menyicipi. Lihatlah dia, berdiri dengan gagahnya; dengan rambutnya yang sedikit cepak, kaki