Cari Blog Ini

Sabtu, 19 Januari 2013

Selamat Tanggal 18, Kakaa


Walaupun bukan dari dia langsung, tapi ya gitu, semacam udah nggak punya harapan lagi.
Yaa emang dari awal sih nggak ada harapan.. karna kamu nggak ngasih, sekecil biji zarah pun, kaka:))
Jadi, yang kemaren-kemaren itu apa?

OH.

Aku salah lagi, ya?

Itu bukan harapan, ya?

Kamu kan emang ramah dan syelaloeeh tersenyum.
Pas lagi tatap-tatapan itu pun mungkin Cuma kebetulan, kan? Haha. Walaupun aku gak percaya yang namanya kebetulan.

Hah. Yaudasi. Kamu. Aku. Kita yang tak pernah bersinggungan di altar doa. Kamu gak liat? Tuh altar doa penuh doa dari aku buat kamu. Semoga sukses ngerjain Try Out, UN, dan ulangan harian, semoga cita-citamu tercapai, semoga kamu bisa banggain orang-orang yang kamu sayang, semoga selalu dalam lindunganNya. Selamat tanggal 18, kakaaa:))

Terimakasih buat beberapa minggu ini. Terimakasih buat nyemangatin pergi kesekolah beberapa minggu ini. Terimakasih kamu, yang (pernah) menjadi penting :))





Catatan tanggal 18 Desember 2013, 1:02 PM

Senin, 07 Januari 2013

Yang Kutahu, Itu Cinta



Jadi, bagaimana dengan kesibukanmu? Masih sama? Oh, atau akan selalu sama? Haha. Aku juga bakal selalu sama kok. Selalu gini, nulis tentang kamu seakan-akan  kamu akan baca, dan bersedia masuk dalam ceritaku. Cerita yang sebenarnya tidak pernah ku buat sendirian. Ya, kamu selalu ada, walaupun hanya ingatan sekilas-semu-tak mungkin-jauh-keras. Hmpf.


Hari ini, hari ketujuh di 2013, seorang sahabat menanyakan padaku..
“Din, menurut kamu, cinta itu apa?” sambil menggerak-gerakkan tanganya.
Dia gugup? Atau dia sedang jatuh cinta? Atau sudah lelah dilelahkan oleh cinta? Haah. Aku tak tahu.
Dan aku pura-pura tidak dengar. Akan kugunakan waktu saat dia mengulang ucapannya untuk memikirkan cinta itu apa, gumamku. Dan dia mengulang kalimatnya. Aku menyunggingkan senyum. Aku ingin sekali menjawab, tapi ragu. Lalu, sahabat saya itupun merangkai langkahnya, semakin jauh dari pandangan sambil memeluk tugas Tata Boga. Dan aku mengikuti langkahnya dari jauh. Kuperlambat langkahku.

Cinta itu apa?

Cinta itu saat ada yang bertanya ‘apa itu cinta?’ dan bayangan seseorang/sesuatu mulai bermain di ingatanmu.
Cinta itu saat kau selalu menyelipkan namanya disela doa-doamu.
Cinta itu mampu membuatmu tersenyum saat hanya mendengar atau mengucap namanya.
Cinta itu saat kamu merasa kehilangan saat tak ada lagi kehadirannya. Atau bahkan hanya kabarnya.
Cinta itu rasa peduli yang dibarengi pengorbanan.
Cinta itu membuat rasa takut, rasa keragu-raguan, rasa kehilangan asa digantingan dengan ‘aku bisa!’
Cinta itu rasa dimana ingin bertahan lebih lama.
Cinta itu membuat 'segalanya' menjadi terasa ringan.
Cinta itu mampu membuatmu berangan dan membuat perutmu dipenuhi oleh kupu-kupu.
Cinta itu dimana ada rasa takut untuk tidak mengingatnya.
Cinta itu dimana ada rasa khawatir untuk tidak mengkhawatirkannya.
Cinta itu tetaplah cinta saat ia memberikan energy negative. Apakah kamu masih tetap cinta?
Cinta itu…. cinta ibu kepada anaknya, cinta manusia kepada Tuhannya.
Cinta itu… dimana ada senyuman, disitu ada cinta.

Hah. Tau apa kamu, Din, soal cinta?

Dan buyarlah semua deskripsi tentang cinta.

Oh, aku membodohi diriku sendiri.
Cinta tak bisa kamu jabarkan dengan tulisan, dengan kata-kata. Biarkan perasaanmu, otakmu, tiap-tiap bagian tubuhmu, indramu merasakannya. Entah jantungmu akan berdetak lebih cepat dari biasanya. Entah perutmu jadi mules. Entah bulu-bulu ditangan, di lehermu ikut melukiskan senyum  bahagia. Entah bibirmu akan lebih sering melengkungkan garis manis. Entah pendengaranmu menjadi semakin peka. Entah kamu jadi ingin terus menari.

Aku mencintaimu, karna Tuhanku yang membuat cinta ini. Aku ingin mencintaimu, sekali lagi.