Heina termasuk cewek yang doyan internetan. Apa-apa cari di internet.
Heina juga suka belanja online dengan menggunakan kartu ATM milik orangtuanya.
Semenjak diberi harapan palsu sama kakak kelas jugalah, Heina jadi jarang buka
Facebooknya. Sekarang, Heina lebih sering berkicau di Twitter, atau baca-baca
hal menarik di Kaskus atau sekedar melihat foto-foto di 9GAG atau 1CAK dan
melihat video di Youtube. Heina tidak tertarik dengan Wordpress. Menurutnya,
Blog lebih menarik daripada Wordpress yang terlalu sederhana. Hm, mungkin Heina
hanya belum tahu mengutak-ngatik Wordpress.
Azhar-lah
yang membuatnya terpaksa membuka kenangan lama…. Di Facebook. Walaupun Inbox
dari kakak kelas itu sudah dihapusnya, Heina merasa masih ada yang tersisa
disana. Saat membuka profile-nya Azhar, Heina melihat tak banyak status yang
Azhar buat. Kalaupun ada, status yang dibuat Azhar juga tidak terlalu penting.
Heina terenyu. Apa yang bisa aku dapat disini
kalo dia kayak gini?
Heina
berpindah haluan. Heina mencari-cari foto apa saja yang Azhar punya. Heina
terenyu untuk kesekian kalinya. Yang ada hanya fotonya bersama teman bolanya.
Tak banyak. Padahal, Heina mencari-cari foto Azhar yang narsis. Hm, Heina
terenyu, dia bersyukur Azhar bukan cowok narsis yang suka berfoto di depan
cermin..
Tangan
Heina semakin lincah. Jari-jarinya membawanya ke tab Info. Heina mengeklik,
seketika muncul beberapa informasi tentang Azhar. Tak banyak, tetapi Heina
kembali terenyu. Heina mendapati nomor hape Azhar tercantum dengan suka-cita.
Heina lari mengambil hapenya dan mencatat nomor Azhar. Mungkin suatu hari, jika aku butuh atau apalah, aku bisa
menghubunginya.
Tiba-tiba Heina sadar. Mengapa Azhar mencantumkan nomor
hapenya di Facebook? Walaupun senang, Heina terus bertanya-tanya, karakter
seperti apakah yang Azhar punya. Menurut Heina, mencantumkan nomor hape di
Facebook sangatlah tidak penting. apakah Azhar tidak takut nanti banyak orang
asing yang mengiriminya sms tiba-tiba? Atau menelponnya? Hm, mungkin Azhar
mencantumkan nomor hapenya untuk jaga-jaga; siapatau dia tiba-tiba lupa nomor
hapenya, siapatau ada orang yang membutuhkan. Heina tak tahu, hanya bisa
mengira-ngira. Atau, apakah Azhar adalah jomblo kesepian yang mencantumkan
nomor hape supaya ada cewek yang sms dia ajak kenalan? Duh.
Setelah pulang les, Heina mengambil hapenya. Dia
punya pulsa. Apalagi? Keberanian. Heina menatap nomor hape Azhar untuk beberapa
lama, mengumpulkan keberanian.